top of page
logo GAT 7x7 cm.png

SOLIDWORKS Routing: Panduan Desain Perpipaan, Tubing, dan Harness Listrik di 3D

Writer: Jethro Jiang
Jethro Jiang
4 hours ago
16 min read

Oleh: Tim Technical Expert Grand Asia Technology, Update terakhir: September 2026


SOLIDWORKS Routing adalah modul SOLIDWORKS untuk merancang sistem perpipaan, tubing, kabel, dan electrical harness secara 3D dengan pendekatan parametrik. Dengan Routing, engineer dapat membuat jalur antar-komponen, menempatkan fitting, mengatur ukuran pipa atau tubing, menghitung panjang, hingga menghasilkan data BOM dan drawing dari model 3D.


SOLIDWORKS Routing: Panduan Desain Perpipaan 3D 2025–2026

Dalam desain mesin industri, hydraulic system, equipment proses, kendaraan berat, hingga automation, jaringan pipa dan kabel harus ditempatkan dengan tepat agar tidak bertabrakan dengan komponen lain. Pekerjaan tersebut menjadi semakin kompleks ketika desain mengalami perubahan posisi, ukuran, atau konfigurasi komponen.


Melalui workflow yang terintegrasi dengan assembly SOLIDWORKS, proses desain perpipaan CAD dapat dilakukan lebih terstruktur. Jalur yang dibuat tetap terhubung secara parametrik dengan komponen assembly sehingga perubahan desain dapat diperbarui tanpa harus menggambar ulang seluruh sistem dari awal.


Artikel ini membahas konsep dasar, jenis route, workflow, komponen penting, hingga fitur yang perlu dipahami sebelum menggunakan SOLIDWORKS Routing dalam proyek engineering.


Apa itu SOLIDWORKS Routing?


Secara sederhana, SOLIDWORKS Routing adalah solusi untuk membuat dan mengelola jalur pipa, tubing, kabel, dan duct di dalam lingkungan 3D SOLIDWORKS.

Routing menggunakan struktur khusus bernama Route Subassembly. Struktur ini menyimpan informasi jalur, segmen pipa atau tubing, serta komponen seperti flange, elbow, tee, valve, dan konektor.


Ketika sebuah komponen routing dimasukkan ke assembly, SOLIDWORKS dapat mengenali titik koneksinya dan membuat route berdasarkan konfigurasi komponen tersebut.


Secara umum, sebuah route terdiri dari:

  • Route Sketch sebagai centerline atau jalur utama.

  • Route Parts berupa pipa, tube, hose, atau kabel yang mengikuti jalur.

  • Route Components seperti elbow, tee, flange, valve, connector, dan fitting lainnya.

  • Informasi ukuran, spesifikasi, konfigurasi, dan properti komponen.


Pendekatan ini membuat proses software desain pipa tidak hanya berfokus pada bentuk 3D, tetapi juga pada data engineering yang dibutuhkan untuk dokumentasi dan manufaktur.


SOLIDWORKS Routing Tersedia di Paket Apa?


SOLIDWORKS Routing tersedia pada SOLIDWORKS Premium dan SOLIDWORKS Ultimate. Untuk pengguna SOLIDWORKS Standard atau Professional, Routing juga dapat tersedia sebagai add-in terpisah sesuai lisensi yang digunakan.


Karena konfigurasi lisensi dapat berbeda berdasarkan paket dan periode pembelian, pengecekan entitlement yang berlaku tetap diperlukan sebelum implementasi di perusahaan.


Tiga Jenis Utama SOLIDWORKS Routing


SOLIDWORKS Routing dapat digunakan untuk beberapa jenis sistem engineering. Tiga kategori yang paling umum adalah Piping, Tubing, dan Electrical Routing.


1. Piping Routes untuk Sistem Perpipaan

Piping Route digunakan untuk membuat jalur pipa rigid yang biasanya menggunakan segmen lurus dan fitting untuk mengubah arah atau membuat percabangan.


Contoh aplikasinya antara lain:

  • Sistem hydraulic pada mesin industri.

  • Jalur coolant.

  • Sistem pneumatic dengan pipa rigid.

  • Fuel line pada equipment.

  • Sistem distribusi fluida pada process equipment.

  • Jalur utility dan service piping pada mesin.


Dalam solidworks piping, perubahan arah dapat menggunakan elbow atau konfigurasi bend tertentu. Percabangan dapat dibuat menggunakan tee atau cross fitting, sedangkan koneksi ke equipment dapat menggunakan flange atau komponen terkait.


Karakteristik yang umum diperhatikan meliputi:

  • Pipe size atau nominal diameter.

  • Pipe specification.

  • Schedule.

  • Material.

  • Jenis fitting.

  • Panjang setiap segmen.

  • Clearance terhadap komponen lain.


Dengan pendekatan parametrik, perubahan posisi equipment dapat diikuti oleh route sehingga engineer tidak perlu membuat ulang keseluruhan jalur secara manual.


2. Tubing Routes untuk Tube dan Hose


SOLIDWORKS Tubing digunakan untuk sistem tubing rigid maupun fleksibel. Dibandingkan piping, tubing lebih banyak digunakan pada aplikasi yang membutuhkan diameter tertentu, jalur yang lebih fleksibel, atau proses bending.


Contoh penggunaannya meliputi:

  • Hydraulic hose.

  • Pneumatic tubing.

  • Fuel line.

  • Brake line.

  • Cooling tube.

  • Lubrication line.

  • Tubing pada mesin automation dan industrial equipment.


Salah satu parameter penting pada tubing fleksibel adalah minimum bend radius.

Radius yang terlalu kecil dapat menyebabkan hose atau tube mengalami deformasi, kink, atau penurunan performa.


Karena itu, desain tubing tidak cukup hanya memastikan jalurnya terlihat sesuai di model 3D. Radius bending dan spesifikasi komponen juga perlu diperhitungkan sejak tahap desain.


3. Electrical Routes untuk Harness Listrik 3D


SOLIDWORKS Electrical Routing digunakan untuk merancang jalur kabel, wire, dan harness dalam model 3D. Fitur ini membantu engineer menentukan rute kabel, mengatur koneksi antar komponen, serta memastikan instalasi kelistrikan sesuai dengan kebutuhan desain.


Electrical Routing banyak digunakan pada berbagai aplikasi engineering, seperti:

  • Wiring harness pada kendaraan otomotif.

  • Jalur kabel pada mesin industri.

  • Sistem kelistrikan pada panel kontrol.

  • Instalasi kabel pada peralatan automation.

  • Sistem kelistrikan pada mesin produksi.

  • Jalur kabel pada perangkat elektronik dan industrial equipment.


Dalam SOLIDWORKS Electrical Routing, engineer dapat membuat jalur kabel berdasarkan konektor dan titik koneksi yang telah ditentukan. Kabel dapat dirutekan melalui jalur 3D dengan mempertimbangkan posisi komponen, ruang instalasi, serta potensi benturan dengan bagian mekanis lainnya.


Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam desain electrical routing meliputi:

  • Wire dan cable specification: menentukan jenis, ukuran, dan karakteristik kabel yang digunakan.

  • Connector: mengatur koneksi kabel dengan komponen kelistrikan.

  • Routing path: menentukan jalur kabel agar sesuai dengan tata letak assembly.

  • Bend radius: memastikan kabel tidak ditekuk melebihi batas radius yang diizinkan.

  • Cable harness: mengelola kumpulan kabel yang dirutekan secara bersamaan.

  • Clearance: menjaga jarak kabel dari komponen mekanis dan bagian bergerak.

  • Length calculation: memperkirakan panjang kabel berdasarkan jalur yang dirancang.


Dengan integrasi pada model 3D, SOLIDWORKS Electrical Routing membantu engineer memvisualisasikan instalasi kabel sejak tahap desain, mengurangi resiko benturan, serta mempermudah proses dokumentasi dan perencanaan manufaktur. Jika Anda ingin memahami bagian schematic terlebih dahulu, baca juga SOLIDWORKS Electrical: Panduan untuk Pemula


Fitur ini sangat bermanfaat dalam pengembangan produk yang memiliki sistem kelistrikan kompleks, terutama ketika jalur kabel harus terintegrasi dengan komponen mekanis dalam satu assembly.


Perbedaan Piping dan Tubing

Aspek

Piping

Tubing

Karakteristik

Umumnya rigid

Rigid atau fleksibel

Perubahan arah

Elbow atau fitting

Bend atau fitting

Representasi

Segmen pipa

Tube atau hose continuous

Ukuran umum

NPS/DN

Outside Diameter (OD)

Bend radius

Bergantung konfigurasi

Sangat penting untuk tubing fleksibel

Aplikasi

Industrial piping dan pressure system

Hydraulic, pneumatic, fuel, dan cooling

Pemilihan antara piping dan tubing sebaiknya mengikuti kebutuhan sistem, standar komponen, material, pressure rating, serta proses manufaktur yang digunakan.


Konsep Penting dalam SOLIDWORKS Routing


CPoint (Connection Point)

CPoint atau Connection Point adalah titik koneksi yang menentukan lokasi dan arah sebuah route dimulai atau berakhir pada komponen.


CPoint menjadi salah satu elemen penting dalam SOLIDWORKS Routing karena informasi tersebut digunakan untuk menghubungkan pipa, tubing, atau kabel dengan komponen routing.


Contohnya:

  • Flange memiliki titik koneksi untuk menyambungkan pipa.

  • Elbow memiliki dua titik koneksi.

  • Tee memiliki tiga titik koneksi.

  • Cross fitting memiliki empat titik koneksi.

  • Connector electrical memiliki titik koneksi untuk kabel.


Ketika komponen dengan CPoint yang sesuai ditempatkan dalam assembly, SOLIDWORKS dapat menggunakan informasi tersebut untuk membantu membuat hubungan antar-komponen.


Selain CPoint, komponen routing tertentu juga menggunakan informasi tambahan seperti RPoint dan mate reference untuk menentukan orientasi serta perilaku komponen ketika digunakan dalam route.


Route Subassembly

Route Subassembly merupakan subassembly khusus yang digunakan untuk mengelola satu sistem routing di dalam main assembly.


Strukturnya dapat terdiri dari:

[Main Assembly]

  └── [Route Subassembly] (dibuat otomatis)

        ├── 3D Sketch (Route Sketch — centerline)

        ├── Pipe/Tube Segment 1 (part, dibuat otomatis dari sketch)

        ├── Pipe/Tube Segment 2

        ├── Elbow 90° (fitting dari library)

        ├── Tee (fitting dari library)

        └── Valve (komponen inline)


Keuntungan utamanya adalah seluruh elemen route tetap terorganisasi dalam struktur assembly.


Ketika komponen utama dipindahkan, route dapat diperbarui mengikuti perubahan geometri dan hubungan parametriknya. Inilah salah satu alasan mengapa desain sistem perpipaan berbasis model 3D lebih mudah dikelola dibandingkan menggambar setiap jalur secara terpisah.


Auto Route: Membuat Jalur Secara Otomatis


Auto Route membantu membuat jalur antara dua titik koneksi tanpa harus menggambar seluruh jalur secara manual.

Workflow dasarnya:

  1. Pilih CPoint awal.

  2. Pilih CPoint tujuan.

  3. Aktifkan Auto Route.

  4. Tinjau opsi jalur yang tersedia.

  5. Pilih route yang sesuai.

  6. Lakukan penyesuaian manual jika diperlukan.


Untuk jalur yang membutuhkan kontrol lebih spesifik, engineer tetap dapat menggunakan 3D sketch sebagai panduan.


Pada SOLIDWORKS 2026, peningkatan workflow routing juga mendukung penggunaan 3D guide sketch untuk membantu mengontrol jalur secara lebih terarah, terutama ketika ruang instalasi memiliki constraint yang kompleks.


Auto Route bukan berarti seluruh keputusan engineering dibuat otomatis. Clearance, akses maintenance, minimum bend radius, manufacturability, dan kebutuhan instalasi tetap perlu divalidasi oleh engineer.


Workflow SOLIDWORKS Routing dari Setup hingga Drawing


Berikut workflow umum yang dapat digunakan untuk memulai piping design software berbasis SOLIDWORKS.


Langkah 1 — Aktifkan SOLIDWORKS Routing

Buka:

Tools → Add-Ins → SOLIDWORKS Routing

Aktifkan add-in tersebut agar fitur Piping, Tubing, dan Electrical Routing tersedia di lingkungan assembly.


Langkah 2 — Siapkan Routing Library

Komponen routing seperti flange, elbow, tee, valve, connector, dan fitting perlu tersedia dalam library. Library dapat berisi komponen standar maupun komponen custom sesuai kebutuhan perusahaan.

  1. Buka Task Pane → Design Library

  2. Expand SOLIDWORKS Content → Routing

  3. Tersedia subfolder: Piping, Tubing, Electrical

  4. Di dalam folder tersedia komponen standar: flange, elbow, tee, valve, dll.

  5. Untuk komponen custom (misalnya ukuran non-standar atau merek spesifik), buat komponen routing baru menggunakan Routing Component Wizard


Untuk komponen yang belum tersedia, Routing Component Wizard dapat digunakan untuk mempersiapkan part agar dapat digunakan sebagai routing component.


Langkah 3 — Mulai Route dari Komponen

Masukkan komponen routing pertama ke dalam assembly, misalnya flange atau connector. SOLIDWORKS kemudian dapat mengenali komponen tersebut berdasarkan informasi routing yang sudah didefinisikan.

  1. Dari Design Library, drag komponen pertama (misalnya welding neck flange) ke dalam assembly

  2. SOLIDWORKS otomatis mendeteksi ini sebagai komponen routing dan memulai dialog Route Properties

  3. Di Route Properties, tentukan:

  4. Pipe Specification: pipe standard (ANSI, DIN, JIS, dll.) dan Schedule (Sch 40, Sch 80)

  5. Nominal Diameter: ukuran pipa nominal (misalnya 2 inch, DN 50)

  6. Elbow Option: apakah akan selalu menggunakan elbow atau sweep radius langsung pada pipa

  7. Klik OK → Route Subassembly baru terbuat, dan mode Edit Route aktif (3D Sketch aktif)


Setelah dikonfirmasi, SOLIDWORKS membuat Route Subassembly dan membuka

lingkungan Edit Route.


Langkah 4 — Gambar Route Sketch (3D Sketch)

Sekarang Anda berada dalam mode Edit Route — 3D Sketch aktif dan siap untuk menggambar centerline jalur pipa.


Metode 1 — Manual Sketching:

  1. Gunakan tool Line untuk menggambar garis 3D

  2. Tekan Tab untuk berpindah sumbu sketsa (XY → ZX → YZ)

  3. Di setiap sudut, SOLIDWORKS otomatis menambahkan elbow dari library

  4. Tambahkan Smart Dimensions untuk mengontrol panjang dan offset secara presisi


Metode 2 — Auto Route:

  1. Klik Auto Route di toolbar Piping

  2. Pilih CPoint awal dan akhir

  3. Pilih solusi dari opsi yang ditawarkan

  4. Edit manual jika diperlukan


Langkah 5 — Tambahkan Komponen Inline

Selama Edit Route, Anda bisa menambahkan komponen inline (valve, strainer, check valve, dll.):

  1. Dari Design Library, drag komponen inline ke segmen garis route

  2. SOLIDWORKS otomatis:

  3. Memisahkan segmen pipa di lokasi drop

  4. Menempatkan komponen dengan orientasi yang tepat

  5. Menyesuaikan panjang segmen di kedua sisi komponen

  6. Gunakan Tab untuk mengubah orientasi komponen jika diperlukan


Langkah 6 — Verifikasi dengan Interference Detection

Setelah route selesai, lakukan pengecekan interferensi:

Keluar dari Edit Route (klik tanda ✓ di Confirmation Corner)

  1. Klik Evaluate → Interference Detection

  2. Pilih komponen yang ingin diperiksa

  3. Klik Calculate — SOLIDWORKS menampilkan semua interferensi (tabrakan antara pipa/fitting dengan komponen lain)


Langkah 7 — Auto-Update BOM

SOLIDWORKS Routing secara otomatis mengisi Bill of Materials dengan data dari Route Subassembly:

  • Semua fitting (elbow, tee, flange, valve) — dengan part number, description, quantity

  • Semua segmen pipa — dengan panjang yang dihitung secara presisi

  • Semua hardware pendukung (gasket, bolt set jika ada)

BOM ini akurat karena langsung berasal dari model 3D, tidak ada resiko salah hitung atau lupa memasukkan komponen.


Langkah 8 — Buat Drawing dari Model 3D

Model routing dapat digunakan sebagai dasar pembuatan dokumentasi teknis.

  • Piping Drawing: Engineer dapat membuat tampilan yang diperlukan untuk dokumentasi instalasi dan fabrikasi, termasuk tampilan isometrik sesuai kebutuhan proyek.

  • Tubing Drawing: Untuk tubing, informasi jalur dan panjang dapat digunakan untuk mendukung proses bending dan fabrikasi.

  • Harness Drawing: Pada electrical routing, data harness dapat digunakan untuk menghasilkan dokumentasi yang membantu proses produksi dan instalasi kabel.


Dengan pendekatan ini, model 3D tidak hanya berfungsi sebagai visualisasi, tetapi juga menjadi sumber data untuk kebutuhan engineering dan manufaktur.


Langkah 9 — Export Data untuk Fabrikasi

Data routing dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan downstream engineering dan manufaktur.


SOLIDWORKS Routing menyediakan beberapa opsi export untuk kebutuhan fabrikasi:

  • Export Pipe/Tube Data: ke format teks, PCF, atau HTML — berisi informasi bend angle, bend direction, dan panjang straight untuk mesin tube bender CNC

  • PCF Format (Piping Component File): standar industri untuk pertukaran data piping ke software stress analysis seperti CAESAR II

  • BOM Export: ke Excel atau format lain untuk purchasing dan fabrikasi


Ketersediaan format dan workflow export dapat bergantung pada konfigurasi SOLIDWORKS, jenis route, serta kebutuhan sistem downstream yang digunakan.


Fitur SOLIDWORKS Routing yang Perlu Diketahui

Drag and Drop Komponen


Komponen dari routing library dapat ditempatkan langsung ke assembly atau route. Pendekatan ini mempercepat penempatan fitting dan mengurangi pekerjaan repetitif ketika membangun sistem perpipaan yang memiliki banyak komponen serupa.


Route Coverage untuk Insulasi dan Jacketing

Untuk aplikasi tertentu, pipa membutuhkan insulasi atau protective covering. Route Coverage dapat digunakan untuk merepresentasikan coverage tersebut di dalam model sehingga engineer dapat mengevaluasi kebutuhan ruang dan clearance terhadap komponen di sekitarnya.


Contohnya dapat ditemukan pada sistem steam, refrigerant, atau aplikasi yang membutuhkan perlindungan tambahan pada jalur.


Slope pada Piping

Tidak semua pipa dapat dipasang secara horizontal sempurna. Pada sistem drainase atau gravity flow, jalur tertentu membutuhkan slope agar fluida dapat mengalir sesuai prinsip desain yang ditentukan.


SOLIDWORKS Routing dapat digunakan untuk membantu membuat dan mengontrol kemiringan pada segmen route sehingga kebutuhan desain tersebut dapat direpresentasikan dalam model 3D.


Copy dan Mirror Route

Route yang memiliki pola berulang dapat dikembangkan menggunakan proses copy atau mirror. Fitur ini berguna untuk desain mesin yang memiliki konfigurasi simetris atau beberapa sistem dengan bentuk yang serupa.


Daripada membuat setiap route dari awal, engineer dapat memanfaatkan desain yang sudah ada kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan assembly.


Routing Component Wizard untuk Komponen Custom

Tidak semua fitting yang digunakan perusahaan tersedia di library standar.

Dalam kondisi tersebut, Routing Component Wizard dapat membantu mengubah part biasa menjadi routing component yang dapat digunakan dalam workflow Routing.


Prosesnya secara umum meliputi:

  1. Menyiapkan model part.

  2. Menentukan CPoint.

  3. Menentukan RPoint jika diperlukan.

  4. Menentukan informasi orientasi dan mate reference.

  5. Menentukan konfigurasi komponen.

  6. Menyimpan komponen ke routing library.


Workflow ini penting untuk perusahaan yang menggunakan fitting custom, komponen dari vendor tertentu, atau standar yang tidak tersedia dalam library bawaan.


Misalnya, perusahaan dapat menyiapkan library internal berdasarkan standar komponen yang paling sering digunakan dalam proyek sehingga proses desain berikutnya menjadi lebih konsisten.


SOLIDWORKS Routing dan SOLIDWORKS Flow Simulation


Routing berfokus pada geometri dan konfigurasi jalur sistem, sedangkan analisis fluida membutuhkan pendekatan simulasi.


Setelah model perpipaan selesai, engineer dapat menggunakan SOLIDWORKS Flow Simulation untuk mengevaluasi karakteristik aliran sesuai kebutuhan analisis.


Pembagian workflow ini membantu memisahkan dua kebutuhan engineering:

  • Routing: menentukan bagaimana sistem pipa dibangun dan ditempatkan.

  • Flow Simulation: menganalisis bagaimana fluida berperilaku di dalam sistem.



Integrasi SOLIDWORKS Routing dengan SOLIDWORKS Electrical


Salah satu manfaat SOLIDWORKS Routing untuk desain electrical harness adalah kemampuannya bekerja bersama SOLIDWORKS Electrical, khususnya ketika desain schematic 2D perlu direalisasikan menjadi harness 3D di dalam assembly.


Bagi engineer yang baru mengenal workflow kelistrikan di SOLIDWORKS, pemahaman mengenai schematic menjadi dasar penting sebelum masuk ke tahap 3D routing.


Workflow integrasinya dapat dilakukan secara bertahap:

  1. Engineer electrical membuat schematic dan informasi koneksi di SOLIDWORKS Electrical.

  2. Data koneksi digunakan sebagai referensi untuk proses electrical routing.

  3. Engineer membuat dan menempatkan harness secara fisik dalam model 3D.

  4. Informasi koneksi digunakan untuk membantu memeriksa kesesuaian antara desain schematic dan konfigurasi harness 3D.


Pendekatan ini membantu mengurangi risiko perbedaan antara diagram kelistrikan dan kondisi fisik kabel pada produk. Untuk industri dengan harness kompleks, keterkaitan antara data schematic dan model 3D menjadi bagian penting dalam proses validasi desain.


Industri yang Dapat Menggunakan SOLIDWORKS

Routing di Indonesia


Penggunaan software desain pipa dan electrical routing tidak terbatas pada satu jenis industri. Selama sebuah produk memiliki jaringan pipa, tubing, hose, atau kabel yang harus ditempatkan di dalam assembly 3D, Routing dapat menjadi bagian dari workflow engineering.


Industri Mesin dan Peralatan Industri


Produsen mesin produksi, conveyor, packaging machine, dan equipment pabrik sering menghadapi kombinasi sistem hydraulic, pneumatic, dan electrical dalam satu produk.


Dengan SOLIDWORKS Routing, sistem tersebut dapat dirancang langsung di dalam konteks assembly sehingga engineer dapat memeriksa:

  • Clearance terhadap komponen lain.

  • Akses untuk maintenance.

  • Posisi fitting dan connector.

  • Jalur hose dan tubing.

  • Kebutuhan ruang instalasi.

  • Dokumentasi serta data komponen.


Pendekatan ini menjadi semakin efektif ketika SOLIDWORKS digunakan sebagai platform utama untuk desain mesin. Jika Anda ingin memahami penerapan

SOLIDWORKS secara lebih luas pada proses manufaktur, Pentingnya Peran SOLIDWORKS dalam Industri Manufaktur dapat menjadi referensi tambahan.


Industri Otomotif dan Alat Berat


Kendaraan dan alat berat seperti excavator, truck, bus, dan forklift memiliki hydraulic hose serta electrical harness dengan jalur yang cukup kompleks.


SOLIDWORKS Routing dapat digunakan untuk membantu:

  • Menentukan jalur hydraulic hose di antara komponen.

  • Memeriksa minimum bend radius.

  • Menghitung kebutuhan panjang hose.

  • Menempatkan fitting dan konektor.

  • Mengembangkan electrical harness dalam konteks 3D.

  • Menghubungkan kebutuhan harness dengan schematic melalui SOLIDWORKS Electrical.


Pada aplikasi seperti ini, perhatian terhadap area bergerak, sumber panas, dan ruang

maintenance tetap menjadi bagian dari engineering review.


Industri Oil & Gas Equipment


Penting untuk membedakan equipment-level piping dengan plant-level piping.

SOLIDWORKS Routing lebih sesuai untuk desain piping yang menjadi bagian dari equipment atau produk, bukan untuk mengelola keseluruhan jaringan pipa refinery atau petrochemical plant dalam skala besar.


Contoh aplikasinya antara lain:

  • Skid dan equipment package.

  • Wellhead equipment.

  • Separator unit.

  • Compressor package.

  • Heat exchanger unit.

  • Modular process equipment.

  • Offshore equipment yang berdiri sendiri.


Untuk plant-level engineering dengan jaringan pipa yang sangat besar, software khusus plant design memiliki workflow dan kemampuan manajemen proyek yang memang ditujukan untuk kebutuhan tersebut.


Sementara itu, untuk perusahaan EPC atau manufacturer yang berfokus pada desain equipment, SOLIDWORKS Routing memberikan keuntungan karena sistem piping dapat dirancang dalam konteks model mechanical equipment yang sama.


Industri HVAC dan Refrigerasi


Pada HVAC, cold storage, dan sistem refrigerasi, engineer dapat menggunakan Routing untuk membantu merancang:

  • Copper tubing refrigerant.

  • Chilled water piping.

  • Jalur tubing dan hose.

  • Duct pada area equipment tertentu.

  • Clearance dan akses instalasi.


Model 3D memungkinkan posisi jalur diperiksa terhadap compressor, heat exchanger, fan, housing, dan struktur pendukung sebelum proses instalasi dilakukan.


Industri Food & Beverage


Industri makanan dan minuman banyak menggunakan stainless steel piping untuk product transfer, CIP (Clean in Place), utility, dan cooling system.


Dalam aplikasi seperti ini, beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Kemiringan atau slope untuk kebutuhan drainase.

  • Radius dan konfigurasi fitting.

  • Clearance untuk cleaning dan maintenance.

  • Material serta spesifikasi komponen.

  • Akurasi material takeoff.


Untuk sistem yang memiliki persyaratan hygienic design, kebutuhan desain dan standar proses tetap harus ditentukan berdasarkan spesifikasi industri dan equipment yang digunakan.


SOLIDWORKS Routing vs Software Piping Design Khusus


SOLIDWORKS Routing dan software piping khusus memiliki fokus penggunaan yang berbeda. Karena itu, pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan skala proyek dan workflow engineering.

Aspek

SOLIDWORKS Routing

Software Plant/Piping Khusus

Integrasi dengan desain mekanis

Terintegrasi langsung dengan assembly SOLIDWORKS

Umumnya memiliki workflow integrasi atau pertukaran data dengan sistem CAD lain

Fokus desain

Product dan equipment level

Plant dan facility level

P&ID integration

Bergantung pada workflow dan modul yang digunakan

Umumnya menjadi bagian penting dari workflow plant design

3D piping

Terintegrasi dengan model produk

Dirancang untuk jaringan piping berskala besar

BOM/MTO

Data dapat berasal dari model dan konfigurasi komponen

Mendukung material takeoff sesuai workflow software

Clash/interference checking

Dapat menggunakan tools evaluasi assembly SOLIDWORKS

Umumnya tersedia sebagai bagian dari environment plant design

Learning curve

Relatif familiar bagi pengguna SOLIDWORKS

Bergantung pada platform dan kompleksitas software

Stress analysis workflow

Dapat menggunakan format pertukaran seperti PCF pada workflow yang sesuai

Umumnya memiliki integrasi lebih luas untuk workflow plant engineering

Cocok untuk

Mesin, equipment, skid, dan product design

Plant, facility, dan jaringan piping skala besar

Perbandingan ini tidak berarti satu platform menggantikan platform lainnya. SOLIDWORKS Routing memiliki fokus kuat pada desain produk dan equipment yang sudah menggunakan SOLIDWORKS sebagai platform mechanical design.


Untuk refinery atau petrochemical plant dengan jaringan pipa dalam skala sangat besar, kebutuhan engineering biasanya mencakup P&ID, plant layout, equipment database, material management, dan koordinasi multidisiplin yang berada di luar fokus utama SOLIDWORKS Routing.


Tips Profesional Menggunakan SOLIDWORKS Routing


1. Tentukan Support dan Fixture Sejak Awal

Jangan hanya menentukan jalur pipa atau tubing berdasarkan koneksi awal dan akhir. Posisi clamp, bracket, support, dan fixture juga perlu dipertimbangkan sejak tahap desain.


Untuk tubing fleksibel, titik support dapat membantu mengontrol bentuk route dan menjaga jalurnya tetap sesuai kebutuhan instalasi. Dengan memasukkan support sejak awal, engineer dapat mengurangi perubahan desain ketika route sudah mendekati tahap final.


2. Gunakan Pipe Specification Secara Konsisten

Hindari memberikan kebebasan kepada setiap engineer untuk memilih diameter, schedule, atau fitting secara manual jika perusahaan sudah memiliki standar.


Buat Pipe Specification berdasarkan standar engineering yang digunakan sehingga:

  • Ukuran komponen lebih konsisten.

  • Fitting yang tersedia lebih terkontrol.

  • Komponen yang digunakan sesuai standar proyek.

  • BOM lebih mudah dikelola.


Standardisasi ini sangat berguna ketika beberapa engineer mengerjakan proyek yang sama.


3. Bangun Custom Routing Library Perusahaan

Library yang baik bukan hanya berisi model 3D fitting. Komponen juga perlu memiliki informasi routing yang benar, seperti ukuran, konfigurasi, CPoint, part number, dan properti terkait.


Buat library berdasarkan komponen yang benar-benar digunakan perusahaan, termasuk fitting, valve, flange, connector, hose, tube, dan hardware pendukung.

Dengan library yang terstruktur, proses desain berikutnya dapat menggunakan komponen yang sudah tervalidasi tanpa membuatnya kembali dari awal.


4. Perhatikan CPoint pada Komponen Custom

Ketika membuat komponen menggunakan Routing Component Wizard, posisi CPoint harus sesuai dengan lokasi koneksi sebenarnya. CPoint yang salah dapat menyebabkan masalah pada posisi koneksi, arah route, orientasi fitting, serta hubungan antar-segment.

Karena itu, lakukan pengujian pada komponen custom sebelum memasukkannya ke library produksi.


5. Kelola Route Subassembly dengan Baik

Route Subassembly sebaiknya dikelola secara konsisten bersama struktur assembly perusahaan. Untuk proyek yang melibatkan banyak engineer atau supplier, pengaturan file, konfigurasi, naming convention, dan revision control perlu ditetapkan sejak awal.


Jika tim Anda masih membangun pemahaman dasar mengenai struktur assembly SOLIDWORKS, Tutorial SOLIDWORKS: Cara Membuat Rakitan (Assembly) dapat digunakan sebagai dasar sebelum masuk lebih jauh ke workflow Routing.


6. Gunakan PCF untuk Workflow Stress Analysis yang Membutuhkannya

Pada proyek tertentu, data piping dari model 3D perlu diteruskan ke software analisis tegangan.


PCF (Piping Component File) dapat digunakan sebagai format pertukaran data piping dalam workflow yang mendukungnya. Data kemudian dapat diproses lebih lanjut menggunakan software seperti CAESAR II atau sistem analisis lain yang kompatibel.


Perlu diperhatikan bahwa export data tidak menggantikan proses engineering analysis. Kondisi operasi seperti pressure, temperature, material, support, dan loading tetap harus didefinisikan serta diverifikasi dalam software analisis yang digunakan.


Bagi perusahaan yang ingin menerapkan workflow desain berbasis model secara lebih luas, teknologi seperti SOLIDWORKS MBD juga dapat melengkapi proses dokumentasi 3D dengan PMI dan informasi manufaktur. Pembahasan lebih lengkap tersedia dalam SOLIDWORKS MBD: Panduan Paperless Manufacturing.


Wujudkan Desain Sistem Perpipaan yang Presisi dan Efisien Bersama Grand Asia Technology


Setiap perusahaan memiliki kebutuhan routing yang berbeda. Ada yang berfokus pada hydraulic hose, ada yang mengembangkan piping untuk machinery, sementara lainnya membutuhkan electrical harness 3D.


Bersama PT Grand Asia Technology, reseller resmi dan Authorized Value-Added Reseller (VAR) SOLIDWORKS di Indonesia, Anda tidak hanya mendapatkan lisensi software, tetapi juga dukungan untuk mengoptimalkan SOLIDWORKS Routing sesuai kebutuhan engineering perusahaan.


Apa yang bisa kami bantu? 

  • Konsultasi Kebutuhan SOLIDWORKS Routing: Kami membantu menganalisis kebutuhan desain Anda dan menentukan solusi SOLIDWORKS yang sesuai, sehingga Anda tidak perlu membeli fitur yang tidak dibutuhkan.

  • Lisensi SOLIDWORKS dan Solusi Routing: Kami membantu memilih opsi lisensi yang sesuai dengan kebutuhan tim engineering, termasuk proses pembelian, upgrade, maupun implementasi solusi yang tersedia. Jika Anda sedang membandingkan paket lisensi, informasi mengenai SOLIDWORKS Standard, Professional, dan Premium dapat membantu memberikan gambaran mengenai perbedaan paket sebelum menentukan kebutuhan perusahaan.

  • Training SOLIDWORKS Routing untuk Engineer: Pelajari proses routing dari dasar hingga penerapan pada proyek nyata. Materi dapat mencakup Route Subassembly, Connection Point (CPoint), Piping Route, Tubing Route, bend radius, hingga pengelolaan komponen dan library routing.

  • Custom Routing Library Sesuai Standar Perusahaan: Kami membantu menyiapkan fitting, valve, connector, tubing, hose, hingga hardware beserta part number, specification, dan Connection Point agar proses desain dan BOM lebih konsisten.

  • Technical Support Saat Anda Menemui Kendala: Tim teknis kami siap membantu mencari penyebab dan memberikan solusi yang dapat diterapkan pada workflow engineering Anda.


Konsultasikan kebutuhan SOLIDWORKS Routing perusahaan Anda bersama Grand Asia Technology sekarang juga!


FAQ SOLIDWORKS Routing


Di paket SOLIDWORKS mana Routing tersedia?

Ketersediaan SOLIDWORKS Routing bergantung pada paket dan konfigurasi lisensi yang digunakan. SOLIDWORKS Premium dan Ultimate mencakup kemampuan Routing, sedangkan pengguna paket lain dapat memiliki opsi tambahan sesuai skema lisensi yang berlaku. Untuk kebutuhan pembelian atau upgrade, konfigurasi lisensi terbaru perlu diperiksa berdasarkan kebutuhan fitur perusahaan.


Apakah SOLIDWORKS Routing dapat digunakan untuk sistem hydraulic?

Ya. Routing dapat digunakan untuk membuat hydraulic hose, tubing, dan piping dalam assembly 3D. Engineer dapat mengatur jalur, koneksi, komponen routing, serta parameter seperti minimum bend radius pada aplikasi yang membutuhkannya.


Apakah SOLIDWORKS Routing cocok untuk proyek piping skala besar seperti kilang?

SOLIDWORKS Routing lebih ditujukan untuk product dan equipment-level routing. Untuk refinery, petrochemical plant, atau facility dengan jaringan piping dalam skala sangat besar, software plant design khusus biasanya lebih sesuai karena memiliki workflow untuk plant layout, P&ID, database equipment, dan manajemen jaringan piping skala besar.


Apakah BOM dari SOLIDWORKS Routing dapat digunakan untuk purchasing?

BOM dapat mengambil informasi dari komponen yang digunakan dalam model. Namun, akurasinya sangat bergantung pada konfigurasi part, custom properties, part number, quantity, dan routing library. Karena itu, library yang terstandarisasi menjadi bagian penting dari workflow purchasing yang berbasis model.


Apakah SOLIDWORKS Routing mendukung berbagai standar perpipaan?

SOLIDWORKS menyediakan berbagai opsi komponen dan konfigurasi routing. Untuk standar atau komponen yang tidak tersedia pada library yang digunakan perusahaan, engineer dapat membuat custom routing components dan library sesuai kebutuhan.

Implementasi standar seperti ANSI, DIN, JIS, atau BSP perlu disesuaikan dengan library dan konfigurasi yang digunakan pada instalasi SOLIDWORKS.


Apa itu PCF dalam SOLIDWORKS Routing?

PCF (Piping Component File) merupakan format pertukaran data yang digunakan dalam workflow piping tertentu. Data dari route dapat digunakan untuk diteruskan ke software lain, termasuk kebutuhan piping stress analysis jika format dan workflow yang digunakan kompatibel.


Bagaimana SOLIDWORKS Routing terintegrasi dengan SOLIDWORKS Electrical?

SOLIDWORKS Electrical dapat digunakan untuk membuat desain schematic dan informasi koneksi electrical, sedangkan Routing digunakan untuk merepresentasikan jalur harness secara 3D.


Integrasi keduanya membantu menghubungkan informasi koneksi dengan kondisi fisik harness dalam model produk. Untuk melihat perkembangan fitur terbaru yang berkaitan dengan workflow desain SOLIDWORKS, termasuk peningkatan pada versi 2026, Anda juga dapat membaca 10 Fitur Unggulan SOLIDWORKS 2026.


Referensi & Sumber Terpercaya


  • SOLIDWORKS Routing Pipes & Tubes Tutorial 2026 — Tutorial resmi SOLIDWORKS Help 2026




 
 
bottom of page