Tutorial Sheet Metal di SolidWorks untuk Pemula
- Jethro Jiang
- 2 days ago
- 17 min read
Cara membuat sheet metal SolidWorks menjadi keterampilan penting bagi engineer dan tim fabrikasi untuk menghasilkan komponen plat logam yang presisi. Di banyak pabrik dan bengkel fabrikasi di Indonesia, proses desain sering dimulai dari model 3D. Namun, tim produksi masih harus memperkirakan sendiri pola potong dan tekukan plat agar sesuai dengan desain.

Akibatnya, kesalahan seperti ukuran potongan yang terlalu pendek atau terlalu panjang sering terjadi. Bahkan, tekukan bisa meleset karena nilai K-Factor tidak diperhitungkan dengan benar. Hal ini menyebabkan prototipe gagal, material terbuang, dan waktu produksi menjadi lebih lama.
Melalui fitur Sheet Metal di SolidWorks, proses tersebut menjadi jauh lebih akurat. Anda dapat mendesain komponen dalam bentuk 3D, lalu SolidWorks secara otomatis menghasilkan flat pattern (pola potongan datar) yang presisi, lengkap dengan garis tekuk.
Hasilnya siap digunakan untuk proses laser cutting maupun press brake tanpa perlu lagi melakukan perkiraan manual.
Dengan begitu, proses fabrikasi menjadi lebih cepat, akurat, dan minim pemborosan material.
Apa itu Sheet Metal di SolidWorks?
Sheet Metal di SolidWorks adalah fitur khusus yang digunakan untuk mendesain komponen berbahan plat logam tipis. Fitur ini mendukung proses fabrikasi seperti pemotongan (cutting), penekukan (bending), hingga pembentukan (forming), sehingga desain dapat langsung disesuaikan dengan kebutuhan produksi.
Berbeda dengan pemodelan solid biasa, setiap fitur Sheet Metal secara otomatis menghasilkan dan menyimpan flat pattern (pola potongan datar). Model 3D dan flat pattern selalu saling terhubung, sehingga setiap perubahan pada model 3D akan langsung memperbarui flat pattern, begitu pula sebaliknya. Hal ini membuat proses desain lebih cepat, akurat, dan mengurangi risiko kesalahan saat fabrikasi.
Berdasarkan dokumentasi resmi SolidWorks Help 2025, terdapat dua metode utama untuk membuat desain Sheet Metal.
1. Base Flange Method (Direkomendasikan)
Metode ini memulai desain menggunakan fitur khusus Sheet Metal, seperti Base Flange, Edge Flange, dan fitur pendukung lainnya. Pendekatan ini menjadi pilihan utama karena seluruh proses dirancang khusus untuk workflow sheet metal, sehingga lebih cepat, efisien, dan mudah dikelola.
2. Insert Bends Method (Convert to Sheet Metal)
Metode ini digunakan untuk mengubah model solid yang sudah dibuat menjadi Sheet Metal. Pendekatan ini sangat berguna saat menerima file dari software CAD lain, seperti STEP atau IGES, dan ingin menghasilkan flat pattern tanpa perlu membuat ulang model dari awal.
Pada artikel ini, pembahasan akan berfokus pada Base Flange Method, karena merupakan cara paling efisien dan paling umum digunakan untuk membuat proyek Sheet Metal baru di SolidWorks.
Mengaktifkan Toolbar Sheet Metal di SolidWorks
Sebelum mulai membuat desain, aktifkan terlebih dahulu Sheet Metal Toolbar di CommandManager.
Klik kanan pada area tab CommandManager.
Pilih Tabs.
Centang Sheet Metal.
Setelah diaktifkan, seluruh tools Sheet Metal akan muncul dan siap digunakan untuk proses desain.
Konsep Dasar Sheet Metal yang Perlu Dipahami
Sebelum mempraktikkan cara membuat sheet metal SolidWorks, ada beberapa parameter penting yang perlu dipahami agar desain sesuai dengan proses fabrikasi.
1. Thickness (Ketebalan Material)
Thickness adalah ketebalan plat logam yang ditentukan saat pembuatan part. Nilai ini berlaku untuk seluruh model, sehingga satu Sheet Metal Part tidak dapat memiliki dua ketebalan yang berbeda. Jika membutuhkan ketebalan lain, buat sebagai part terpisah.
Ketebalan plat yang umum digunakan antara lain:
0,8 mm: Panel elektronik.
1,0–1,2 mm: Enclosure atau casing standard.
1,5 mm: Panel kontrol dan bracket ringan.
2,0 mm: Bracket dengan beban menengah.
3,0 mm atau lebih: Struktur dan bracket beban berat.
2. Bend Radius (Radius Tekukan)
Bend Radius adalah jari-jari bagian dalam tekukan. Semakin kecil radius tekukan, semakin tajam hasil bending, tetapi risiko material retak juga semakin besar.
Sebagai acuan:
Mild steel (baja lunak): minimal sekitar 1× ketebalan material.
Aluminium: minimal sekitar 1,5–2× ketebalan material.
Untuk hasil yang lebih akurat, gunakan nilai bend radius yang direkomendasikan oleh vendor atau operator mesin press brake.
3. K-Factor: Penentu Akurasi Flat Pattern
K-Factor merupakan parameter yang menentukan posisi neutral axis (sumbu netral) saat material mengalami proses bending. Nilai ini sangat berpengaruh terhadap perhitungan Bend Allowance, sehingga menentukan apakah ukuran flat pattern akan sesuai dengan hasil produksi.
Secara matematis, rumus K-Factor adalah:
K = t / T
Keterangan:
t = jarak dari sisi dalam tekukan ke neutral axis.
T = ketebalan total material.
Selanjutnya, SolidWorks menggunakan nilai tersebut untuk menghitung Bend Allowance dengan rumus:
Bend Allowance = (π / 180) × Bend Angle × (Bend Radius + K × Thickness)
Nilai K-Factor berdasarkan material:
Material | K-Factor Umum |
Mild Steel (Baja Lunak) | 0,33–0,44 |
Stainless Steel | 0,38–0,44 |
Aluminium | 0,38–0,42 |
Tembaga (Copper) | 0,35–0,38 |
Kuningan (Brass) | 0,33–0,40 |
Catatan: Nilai K-Factor di atas hanya sebagai referensi. Untuk kebutuhan produksi, gunakan nilai yang direkomendasikan oleh vendor fabrikasi karena dipengaruhi oleh jenis material, tooling, dan mesin press brake yang digunakan. Nilai bawaan SolidWorks (0,5) sering kali kurang akurat untuk proses manufaktur sebenarnya.
Bend Allowance vs Bend Deduction
Selain menggunakan K-Factor, SolidWorks juga menyediakan dua metode lain untuk
menghitung flat pattern, yaitu Bend Allowance (BA) dan Bend Deduction (BD).
Bend Allowance (BA)
Bend Allowance adalah panjang material pada neutral axis yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah tekukan. Nilai ini biasanya diperoleh dari data hasil pengujian berdasarkan jenis material dan mesin yang digunakan.
Bend Deduction (BD)
Bend Deduction adalah selisih antara total panjang dua flange sebelum ditekuk dengan panjang sebenarnya setelah menjadi flat pattern. Sama seperti Bend Allowance, nilainya juga berasal dari data empiris hasil proses fabrikasi.
Kapan menggunakan K-Factor, BA, atau BD?
K-Factor: Cocok digunakan pada tahap desain awal, simulasi, atau estimasi dimensi.
Bend Allowance (BA): Ideal untuk produksi ketika sudah memiliki data hasil uji material dan mesin.
Bend Deduction (BD): Digunakan untuk kebutuhan manufaktur yang membutuhkan tingkat akurasi tinggi berdasarkan data produksi nyata.
12 Tools Sheet Metal SolidWorks yang Wajib Dikuasai
Berikut adalah fitur Sheet Metal yang paling sering digunakan dalam cara membuat sheet metal SolidWorks.
1. Base Flange/Tab (Dasar Pembuatan Sheet Metal)
Base Flange/Tab merupakan fitur pertama yang digunakan saat membuat Sheet Metal di SolidWorks. Fitur ini membentuk plat dasar sekaligus menetapkan parameter penting, seperti Thickness, Bend Radius, dan metode perhitungan Bend Allowance untuk seluruh part.
Cara Membuat Base Flange/Tab:
Buka File → New → Part.
Aktifkan tab Sheet Metal.
Klik Base Flange/Tab.
Buat sketch pada plane yang diinginkan, berupa:
Closed Profile, seperti persegi atau lingkaran, untuk membuat plat datar.
Open Profile, seperti garis atau kurva terbuka, untuk membuat profil memanjang.
Atur parameter pada PropertyManager, meliputi:
Thickness: Ketebalan material.
Direction: Arah extrude (untuk open profile).
Reverse Direction: Arah ketebalan material.
Bend Radius: Radius tekukan standar.
Bend Allowance: Pilih metode K-Factor, Bend Allowance, Bend Deduction, atau Gauge Table.
Klik OK untuk menyelesaikan proses.
Tips: Closed Profile menghasilkan plat datar, sedangkan Open Profile menghasilkan profil memanjang yang cocok untuk membuat komponen seperti U-Channel, L-Bracket, atau profil lainnya.
2. Edge Flange (Membuat Tekukan pada Tepi)
Edge Flange digunakan untuk menambahkan flange atau dinding tekukan pada satu atau beberapa sisi lurus dari Sheet Metal yang sudah dibuat.
Cara Membuat Edge Flange
Klik Edge Flange pada toolbar Sheet Metal.
Pilih satu atau beberapa linear edge pada model.
Atur parameter berikut pada PropertyManager:
Flange Length: Panjang flange.
Flange Angle: Sudut tekukan (default 90°).
Flange Position: Posisi flange terhadap tepi material.
Jika membuat beberapa flange sekaligus, atur Gap Distance sesuai kebutuhan.
Klik OK.
Flange Position:
Posisi | Fungsi | Penggunaan |
Material Outside | Material berada di luar dimensi awal. | Menambah dimensi luar part. |
Material Inside | Material berada di dalam dimensi awal. | Mempertahankan dimensi luar. |
Bend Outside | Garis tekuk dimulai dari sisi luar. | Dimensi awal tetap dipertahankan. |
Bend Inside | Garis tekuk dimulai dari sisi dalam. | Mengurangi dimensi bagian atas. |
Tangent to Bend | Flange dimulai dari garis singgung radius tekukan. | Cocok untuk sudut selain 90°. |
Tips: Untuk mengubah bentuk flange menjadi profil khusus, klik kanan Edge Flange pada FeatureManager, lalu pilih Edit Sketch.
3. Miter Flange (Membuat Flange Bersambung di Beberapa Tepi)
Miter Flange digunakan untuk membuat beberapa flange yang saling terhubung di sepanjang beberapa tepi sekaligus. SolidWorks akan secara otomatis membentuk sambungan miter pada setiap sudut, sehingga hasilnya lebih rapi dibanding membuat flange satu per satu.
Perbedaan Miter Flange dan Edge Flange:
Edge Flange: Memilih edge satu per satu, sudut antar flange manual
Miter Flange: Memilih banyak edge berurutan sekaligus, sudut miter otomatis
Cara membuat Miter Flange:
Klik Miter Flange pada toolbar Sheet Metal.
Buat sketch berupa garis atau busur (open profile) pada plane yang tegak lurus dengan tepi pertama.
Selesaikan sketch.
Pilih rangkaian (chain) tepi yang akan diberi flange.
Atur Gap Distance sebagai jarak antar flange pada setiap sudut.
Klik OK.
Tips: Gunakan Miter Flange saat membuat box, enclosure, atau casing dengan empat sisi agar sudut-sudutnya terbentuk otomatis dan terlihat lebih presisi.
4. Hem (Melipat Tepi Sheet Metal)
Hem berfungsi untuk melipat tepi material ke arah dalam sehingga lebih kuat, aman, dan tidak memiliki sisi tajam. Fitur ini juga sering digunakan untuk meningkatkan tampilan akhir produk.
Jenis-jenis Hem:
Tipe | Fungsi |
Closed | Lipatan rapat, paling umum digunakan. |
Open | Lipatan dengan celah, cocok untuk ventilasi atau slot. |
Tear Drop | Lipatan berbentuk bulat dengan kekuatan lebih baik. |
Rolled | Lipatan melingkar untuk tampilan yang lebih rapi dan premium. |
Cara membuat Hem:
Klik Hem pada toolbar.
Pilih tepi (edge) yang akan dilipat.
Tentukan jenis Hem.
Atur Length dan Gap sesuai kebutuhan.
Klik OK.
5. Jog (Membuat Offset pada Sheet Metal)
Jog digunakan untuk membuat offset atau pergeseran sejajar pada sebagian area sheet metal. Fitur ini menghasilkan dua tekukan sehingga sebagian permukaan plat berada pada level yang lebih tinggi atau lebih rendah.
Kapan Menggunakan Jog?
Jog biasanya digunakan ketika desain harus melewati komponen lain, misalnya kabel, baut, atau bagian mesin yang menonjol. Fitur ini banyak diterapkan pada bracket, panel, dan enclosure.
Cara membuat Jog:
Buat sketch berupa garis pada permukaan Sheet Metal.
Klik Jog pada toolbar.
Pilih sketch yang telah dibuat.
Tentukan Offset Distance.
Pilih Fixed Face sebagai bagian yang tetap diam.
Klik OK.
6. Sketched Bend (Membuat Tekukan dari Sketch)
Sketched Bend digunakan untuk membuat tekukan berdasarkan garis sketch yang dibuat langsung pada permukaan Sheet Metal. Berbeda dengan Edge Flange, fitur ini memungkinkan tekukan dibuat di tengah plat, bukan hanya pada bagian tepi.
Fitur ini cocok digunakan untuk:
Membuat tekukan di bagian tengah plat.
Membentuk profil seperti Z, U, atau desain khusus lainnya.
Menambahkan tekukan tanpa membuat flange baru.
Cara membuat Sketched Bend:
Buat sketch pada permukaan Sheet Metal.
Gambar garis lurus sebagai bend line.
Klik Sketched Bend pada toolbar.
Pilih sketch yang telah dibuat.
Tentukan Bend Angle dan Bend Radius.
Pilih Fixed Face sebagai sisi yang tidak bergerak saat proses bending.
Klik OK.
7. Closed Corner (Menutup Celah pada Sudut Sheet Metal)
Closed Corner digunakan untuk menutup celah yang muncul pada pertemuan dua flange atau lebih. Fitur ini membantu menghasilkan sudut yang lebih rapi serta mempermudah
proses pengelasan maupun perakitan.
Cara Menggunakan Closed Corner:
Klik Closed Corner pada toolbar Sheet Metal.
Pilih dua face yang bertemu di sudut.
Tentukan Corner Type:
Closed: Menutup celah sepenuhnya (overlap).
Open: Menyisakan celah kecil untuk proses pengelasan.
Butt: Salah satu flange dipotong hingga bertemu dengan flange lainnya.
Atur nilai Gap sesuai kebutuhan.
Klik OK.
8. Unfold dan Fold (Membuka dan Mengembalikan Tekukan)
Unfold dan Fold adalah pasangan fitur yang digunakan untuk membuka sementara tekukan pada Sheet Metal, menambahkan fitur baru saat kondisi datar, lalu mengembalikannya ke bentuk semula.
Fitur ini berguna untuk:
Membuat lubang, slot, atau cut yang lebih mudah dikerjakan pada kondisi datar.
Menempatkan fitur yang harus tetap presisi setelah proses bending.
Cara menggunakan Unfold:
Klik Unfold.
Pilih Fixed Face.
Pilih tekukan (Bends) yang akan dibuka.
Klik OK.
Setelah model terbuka, tambahkan fitur seperti Hole Wizard, Cut-Extrude, atau fitur lainnya.
Cara menggunakan Fold:
Klik Fold.
Pilih tekukan yang sebelumnya di-Unfold.
Klik OK.
Model akan kembali ke bentuk Sheet Metal semula dengan fitur baru tetap mengikuti posisi yang benar.
9. Forming Tool (Membuat Bentuk Hasil Stamping)
Forming Tool digunakan untuk membuat bentuk hasil proses stamping atau punching, seperti ventilasi, emboss, rib, maupun lekukan. Fitur ini sangat berguna untuk desain enclosure, panel kontrol, dan komponen fabrikasi lainnya.
SolidWorks menyediakan berbagai Forming Tool bawaan yang dapat diakses melalui Design Library.
Jenis Forming Tool:
Louvers: Membuat ventilasi udara.
Lances: Membuat sayatan tanpa menghilangkan material.
Embosses: Membentuk tonjolan pada permukaan.
Ribs: Menambahkan tulangan atau penguat.
Dimples: Membuat lekukan kecil pada material.
Cara menggunakan Forming Tool:
Buka Task Pane → Design Library → Forming Tools.
Pilih jenis Forming Tool yang diinginkan.
Drag and drop ke permukaan Sheet Metal.
Atur posisi menggunakan Smart Dimension jika diperlukan.
Klik OK.
Forming Tool akan tersimpan sebagai feature tersendiri pada FeatureManager dan otomatis ditampilkan sebagai kontur 2D pada Flat Pattern.
10. Tab (Menambahkan Material pada Sheet Metal)
Tab digunakan untuk menambahkan material baru pada Sheet Metal yang sudah ada. Berbeda dengan Base Flange, fitur ini tidak membuat plat baru, tetapi memperluas bagian dari model yang sudah dibuat.
Cara membuat Tab:
Buat closed sketch pada permukaan Sheet Metal.
Klik Base Flange/Tab.
SolidWorks akan mendeteksi bahwa sketch berada pada Sheet Metal yang sudah ada dan otomatis membuat Tab.
Klik OK.
11. Lofted Bends (Membuat Transisi Antar Profil)
Lofted Bends digunakan untuk membuat transisi antara dua profil yang berbeda menggunakan serangkaian tekukan. Fitur ini sering dimanfaatkan pada desain yang memiliki perubahan bentuk secara bertahap.
Lofted Bends cocok digunakan untuk:
Transisi dari satu profil ke profil lainnya, misalnya persegi ke trapesium.
Komponen HVAC ducting.
Bracket atau komponen Sheet Metal dengan bentuk khusus.
Cara membuat Lofted Bends:
Buat dua open profile pada dua plane yang sejajar.
Klik Lofted Bends.
Pilih kedua sketch.
Tentukan Thickness material.
Klik OK.
12. Flat Pattern (Membuat Pola Potongan Datar)
Flat Pattern adalah fitur yang secara otomatis membuka seluruh model Sheet Metal menjadi bentuk datar. Inilah hasil akhir yang biasanya dikirim ke mesin laser cutting, waterjet, atau CNC untuk proses pemotongan material.
Cara menampilkan Flat Pattern:
Buka FeatureManager Design Tree.
Gulir hingga menemukan folder Flat-Pattern.
Klik dua kali atau pilih Unsuppress untuk menampilkan kondisi datar.
Saat Flat Pattern aktif, SolidWorks akan menampilkan:
Outline atau garis potong material.
Bend Lines sebagai panduan proses bending.
Kontur Forming Tool dalam bentuk 2D.
Dimensi keseluruhan dari pola potongan datar.
Tips: Selalu periksa Flat Pattern sebelum mengekspor file DXF atau DWG ke mesin laser cutting. Langkah ini membantu memastikan ukuran, posisi bend line, dan pola potongan sudah sesuai sehingga meminimalkan kesalahan produksi.
Gauge Table: Cara Menjaga Konsistensi Desain Sheet Metal
Jika tim Anda menggunakan material dan parameter bending yang sudah distandarisasi, Gauge Table menjadi fitur yang sangat membantu. Fitur ini memungkinkan SolidWorks mengisi parameter Sheet Metal secara otomatis berdasarkan nomor gauge, sehingga proses desain lebih cepat dan konsisten.
Dalam Gauge Table, setiap nomor gauge dapat dikaitkan dengan beberapa parameter penting, seperti:
Ketebalan material (Thickness).
Bend Radius standar.
Nilai K-Factor atau Bend Allowance.
Cara membuat dan menggunakan Gauge Table:
Buka folder template Gauge Table di direktori instalasi SolidWorks: [install_dir]\lang\english\Sheet Metal Gauge Tables\
Buka file Excel yang tersedia, lalu sesuaikan dengan material dan mesin fabrikasi yang digunakan.
Simpan file menggunakan nama yang mudah dikenali, misalnya SS304_1.0-3.0mm.xls.
Di SolidWorks, klik kanan fitur Sheet-Metal pada FeatureManager, kemudian pilih Edit Feature.
Aktifkan opsi Use Gauge Table, lalu pilih file Gauge Table yang telah dibuat.
Setelah Gauge Table aktif, Anda hanya perlu memilih nomor gauge saat membuat Base Flange. SolidWorks akan otomatis mengisi nilai Thickness, Bend Radius, dan K-Factor sesuai data yang tersimpan. Cara ini mengurangi kesalahan input manual sekaligus menjaga standar desain di seluruh tim.
Workflow Lengkap: Dari Desain Sheet Metal hingga File DXF Siap Produksi
Sebagai contoh penerapan cara membuat sheet metal SolidWorks, berikut workflow pembuatan enclosure panel kontrol berukuran 200 × 150 × 50 mm menggunakan material Stainless Steel 304 (SS304) dengan ketebalan 1,5 mm.
Step 1 – Membuat Base Flange
Buat Part baru.
Buka tab Sheet Metal, lalu pilih Base Flange/Tab.
Buat sketch persegi berukuran 200 × 150 mm pada Top Plane.
Atur parameter berikut:
Thickness: 1,5 mm.
Bend Radius: 2,0 mm.
K-Factor: 0,38.
Klik OK.
SolidWorks akan membuat plat dasar berukuran 200 × 150 × 1,5 mm.
Step 2 – Membuat Empat Sisi dengan Edge Flange
Klik Edge Flange.
Pilih keempat sisi plat sambil menekan Ctrl.
Atur parameter:
Flange Length: 50 mm.
Flange Position: Material Inside agar dimensi luar enclosure tetap 200 × 150 mm.
Klik OK.
Pada tahap ini, SolidWorks akan otomatis membuat corner relief di setiap sudut.
Step 3 – Menutup Sudut dengan Closed Corner
Pilih Closed Corner.
Klik dua flange yang bertemu pada salah satu sudut.
Gunakan Corner Type: Closed.
Atur Gap sebesar 0,1 mm untuk ruang pengelasan.
Ulangi langkah tersebut pada keempat sudut enclosure.
Step 4 – Menambahkan Hem
Klik Hem.
Pilih tepi atas dari keempat dinding.
Gunakan Type: Closed.
Atur Length menjadi 5 mm.
Klik OK.
Hem akan membuat tepi enclosure lebih kuat sekaligus menghilangkan sisi tajam.
Step 5 – Menambahkan Ventilasi dengan Forming Tool
Buka Design Library → Forming Tools → Louvers.
Drag dan letakkan Louver pada salah satu sisi enclosure.
Atur posisi menggunakan dimensi.
Gunakan Linear Pattern untuk membuat beberapa ventilasi dengan jarak yang sama.
Step 6 – Membuat Lubang
Buat sketch lubang pada permukaan yang diinginkan.
Gunakan Extruded Cut untuk membuat lubang sesuai bentuk sketch.
Jika membutuhkan lubang standar, gunakan Hole Wizard untuk baut seperti M3, M4, atau ukuran lainnya.
Step 7 – Memeriksa Flat Pattern
Pada FeatureManager, buka folder Flat-Pattern.
Klik dua kali atau pilih Unsuppress.
Pastikan:
Ukuran Flat Pattern sesuai dengan ukuran material yang tersedia.
Posisi Bend Lines sudah benar.
Tidak ada fitur yang saling bertabrakan.
Langkah ini penting untuk menghindari kesalahan sebelum file dikirim ke bagian produksi.
Step 8 – Export Flat Pattern ke DXF
Setelah desain selesai, ekspor Flat Pattern ke format DXF agar dapat digunakan pada mesin laser cutting atau waterjet.
Cara 1 (Paling Cepat):
Klik kanan pada permukaan Flat Pattern.
Pilih Export to DXF/DWG.
Aktifkan opsi Include Hidden Edges jika ingin menyertakan Bend Lines.
Klik OK, lalu simpan file .DXF.
Cara 2 (Melalui Save As):
Pastikan Flat-Pattern dalam kondisi Unsuppressed.
Klik File → Save As.
Pilih format DXF (*.dxf).
Klik Save.
File DXF yang dihasilkan siap dikirim ke operator laser cutting, waterjet, atau sistem CAM untuk proses fabrikasi.
Tips Profesional Menggunakan Sheet Metal di SolidWorks
Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda menghasilkan desain Sheet Metal
SolidWorks yang lebih akurat, efisien, dan siap diproduksi.
1. Konfirmasikan K-Factor dengan Vendor Fabrikasi
Jangan hanya mengandalkan nilai K-Factor bawaan SolidWorks (0,5), karena nilainya belum tentu sesuai dengan kondisi produksi. Sebelum masuk ke proses manufaktur, buatlah test piece sederhana untuk mengukur hasil tekukan, kemudian sesuaikan nilai K-Factor berdasarkan mesin, tooling, dan material yang digunakan. Cara ini akan menghasilkan flat pattern yang lebih akurat.
2. Gunakan Bend Centerline sebagai Acuan Dimensi
Saat membuat gambar kerja (Drawing), gunakan Bend Centerline sebagai referensi dimensi, bukan tepi dalam atau tepi luar material. Metode ini merupakan standar yang umum digunakan dalam industri fabrikasi sehingga memudahkan komunikasi dengan operator maupun vendor.
3. Perhatikan Jarak Lubang terhadap Garis Tekuk
Lubang yang terlalu dekat dengan garis tekuk dapat berubah bentuk setelah proses bending. Sebagai acuan, gunakan jarak minimum berikut:
Jarak Hole ke Bend Line = (2 × Thickness) + Bend Radius
SolidWorks tidak memberikan peringatan otomatis untuk kondisi ini, sehingga pemeriksaan perlu dilakukan secara manual sebelum desain diproduksi.
4. Lengkapi Custom Properties
Tambahkan informasi penting pada File → Properties agar data material dapat ditampilkan secara otomatis pada Drawing dan Bill of Materials (BOM).
Informasi yang sebaiknya diisi meliputi:
Material: Stainless Steel 304.
Thickness: 1,5 mm.
Gauge: Sesuai standar perusahaan.
Surface Finish: 2B, Hairline, atau Brushed.
Dengan cara ini, seluruh anggota tim dapat menggunakan data yang sama dan mengurangi risiko kesalahan dokumentasi.
5. Flat Pattern Tidak Terbarui?
Jika Flat Pattern tidak berubah setelah Anda mengedit model, lakukan Rebuild pada desain.
Caranya:
Klik kanan Flat-Pattern pada FeatureManager.
Pilih Rebuild, atau tekan Ctrl + Q untuk melakukan Force Rebuild pada seluruh model.
Langkah ini biasanya dapat mengatasi masalah Flat Pattern yang belum diperbarui.
Jenis Relief pada Sheet Metal dan Fungsinya
Relief adalah potongan kecil yang dibuat pada pertemuan antara Base Flange dan Edge Flange. Fungsinya untuk mengurangi tegangan saat proses bending sehingga material tidak robek atau mengalami deformasi.
Jenis relief yang umum digunakan:
Jenis Relief | Fungsi | Penggunaan |
Rectangular Relief | Potongan berbentuk persegi. | Pilihan standar dan paling mudah diproduksi. |
Obround Relief | Potongan berbentuk oval. | Mengurangi konsentrasi tegangan pada sudut. |
Tear Relief | Sobekan material yang terkontrol. | Digunakan jika proses punching tidak tersedia. |
No Relief | Tanpa potongan relief. | Hanya cocok untuk material sangat tipis atau aplikasi tertentu. |
Untuk sebagian besar proses fabrikasi di Indonesia, Rectangular Relief merupakan pilihan yang paling umum. Sebagai acuan, gunakan lebar relief yang mendekati atau sama dengan ketebalan material agar proses bending berjalan lebih aman dan hasil tekukan tetap rapi.
Aplikasi Sheet Metal SolidWorks di Berbagai Industri Indonesia
Fitur Sheet Metal di SolidWorks banyak digunakan di berbagai sektor manufaktur karena mampu mempercepat proses desain sekaligus menghasilkan flat pattern yang siap diproduksi. Berikut beberapa contoh penerapannya.
1. Industri Panel Listrik dan Panel Kontrol
Industri panel listrik merupakan salah satu pengguna terbesar teknologi Sheet Metal SolidWorks. Produk seperti MDP (Main Distribution Panel), SDP (Sub Distribution Panel), dan sub-panel umumnya dibuat dari plat mild steel dengan ketebalan 1,5–2 mm yang kemudian diberi finishing powder coating.
Dengan SolidWorks, engineer dapat mendesain enclosure secara presisi dan langsung menghasilkan flat pattern maupun file DXF untuk proses laser cutting.
2. Industri HVAC dan Ducting
Pada industri HVAC, Sheet Metal digunakan untuk membuat saluran udara (ducting) berbentuk persegi, persegi panjang, maupun transisi antar profil.
Fitur Lofted Bends di SolidWorks sangat membantu dalam membuat desain ducting yang kompleks dengan tetap mempertahankan akurasi dimensi.
3. Industri Peralatan Makanan dan Dapur Komersial
Peralatan seperti meja stainless, bak cuci, rak dapur, hingga berbagai food equipment umumnya menggunakan material Stainless Steel 304.
Semakin banyak workshop fabrikasi di Indonesia yang memanfaatkan Sheet Metal SolidWorks untuk mengurangi pemborosan material (scrap), mempercepat proses desain, dan meningkatkan kualitas hasil produksi.
4. Industri Enclosure Elektronik
Box panel, enclosure elektronik, hingga casing controller merupakan contoh aplikasi Sheet Metal yang paling umum.
Melalui SolidWorks, engineer dapat memverifikasi ruang untuk komponen internal, memastikan tidak terjadi interferensi, kemudian menghasilkan Flat Pattern dan file DXF secara otomatis.
5. Industri Otomotif dan Karoseri
Berbagai komponen seperti mounting bracket, panel bodi, heat shield, hingga komponen karoseri dibuat menggunakan proses Sheet Metal.
Saat ini, banyak perusahaan dan workshop karoseri mulai beralih dari metode pembuatan template manual ke SolidWorks Sheet Metal agar desain lebih akurat, mudah direvisi, dan siap diproduksi.
Error yang Sering Terjadi pada Sheet Metal SolidWorks dan Cara Mengatasinya
1. Flat Pattern Gagal Dibuat atau Unfold Error
Penyebab
Radius tekukan (Bend Radius) bernilai 0.
Geometri saling bertumpuk (overlapping geometry).
Ada fitur yang tidak valid untuk Sheet Metal.
Solusi
Pastikan semua tekukan memiliki Bend Radius yang sesuai.
Klik kanan Sheet-Metal → Edit Feature, lalu periksa kembali seluruh parameter.
Gunakan Tools → Evaluate → Check Entity untuk menemukan geometri yang bermasalah.
2. Edge Flange Tidak Bisa Dibuat
Penyebab
Edge yang dipilih bukan linear edge.
Edge tersebut sudah memiliki flange.
Solusi
Gunakan Miter Flange jika bekerja pada tepi melengkung.
Pastikan satu edge tidak memiliki dua flange yang saling bertumpuk.
3. Ukuran Flat Pattern Tidak Akurat
Penyebab
Nilai K-Factor tidak sesuai dengan material atau mesin bending yang digunakan.
Solusi
Buat test piece sederhana.
Ukur hasil bending yang sebenarnya.
Hitung kembali nilai K-Factor.
Perbarui parameter tersebut pada fitur Sheet Metal di SolidWorks.
4. Forming Tool Tidak Muncul di Design Library
Penyebab
Folder Forming Tools belum ditambahkan ke Design Library.
Solusi
Buka Task Pane → Design Library.
Klik ikon Add Folder (+).
Pilih folder: [install_dir]\data\design library\forming tools
Tambahkan folder tersebut ke Design Library.
5. Closed Corner Menghasilkan Gap atau Overlap
Penyebab
Ukuran flange tidak konsisten.
Nilai Gap terlalu kecil atau terlalu besar.
Jenis Corner Type tidak sesuai.
Solusi
Periksa kembali ukuran flange dan relief yang digunakan.
Coba ubah Corner Type menjadi Closed, Open, atau Butt.
Sesuaikan nilai Gap hingga sambungan terlihat rapi.
Perbandingan Sheet Metal, Solid Modeling, dan Weldments
Setiap metode pemodelan di SolidWorks memiliki fungsi yang berbeda. Berikut perbandingannya.
Aspek | Sheet Metal | Solid Modeling | Weldments |
Material | Plat logam dengan ketebalan seragam | Semua jenis bentuk solid | Profil baja atau aluminium |
Proses Produksi | Cutting dan Bending | Machining, Casting, Mold | Cutting dan Welding |
Output Utama | Flat Pattern dan DXF | Model 3D | Cut List |
Ketebalan Material | Seragam | Bebas | Mengikuti profil |
Contoh Produk | Panel listrik, enclosure, bracket | Gear, housing, komponen mesin | Rangka mesin, frame, konstruksi |
Otomasi Produksi | ✓ Flat Pattern otomatis | X Perlu proses manual | ✓ Cut List otomatis |
Tingkat Kesulitan | Menengah | Mudah | Menengah |
Secara umum, Sheet Metal paling cocok digunakan untuk komponen berbahan plat logam yang membutuhkan proses cutting dan bending. Jika komponen akan dibuat melalui proses machining, gunakan Solid Modeling. Sementara itu, Weldments lebih tepat untuk desain rangka, struktur, atau konstruksi yang menggunakan profil baja maupun aluminium.
Kuasai Sheet Metal SolidWorks Bersama PT Grand Asia Technology
Cara membuat Sheet Metal SolidWorks akan lebih mudah dipelajari dengan dukungan software, pelatihan, dan pendampingan yang tepat. Baik untuk desain panel listrik, enclosure, peralatan stainless steel, maupun komponen otomotif, SolidWorks membantu menghasilkan desain yang lebih akurat dan siap diproduksi.
Sebagai Reseller dan Partner resmi SolidWorks di Indonesia, PT Grand Asia Technology menyediakan solusi lengkap untuk mendukung kebutuhan desain dan fabrikasi Sheet Metal mulai dari:
Lisensi SolidWorks Original: Mendapatkan lisensi resmi dengan akses penuh ke fitur Sheet Metal, seperti Forming Tools, Gauge Table, Lofted Bends, hingga ekspor DXF.
Training Sheet Metal Bersertifikat: Mempelajari workflow Sheet Metal mulai dari pengaturan Gauge Table, kalibrasi K-Factor, pembuatan Flat Pattern, hingga ekspor file siap produksi. Training tersedia secara online, classroom, maupun on-site.
Technical Support: Mendapatkan bantuan langsung dari tim teknis untuk mengatasi kendala seperti Flat Pattern, K-Factor, Forming Tool, maupun fitur Sheet Metal lainnya.
Konsultasi Gratis: Diskusikan kebutuhan desain dan fabrikasi Anda bersama tim kami untuk menemukan solusi SolidWorks yang paling sesuai dengan proses produksi.
Hubungi PT Grand Asia Technology sekarang untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi, pelatihan, demo produk, atau konsultasi SolidWorks Sheet Metal.
Oleh: Tim Technical Support Grand Asia Technology Ditinjau oleh: Engineer Bersertifikat CSWP (Certified SolidWorks Professional) — Spesialisasi Sheet Metal & Weldments Update terakhir: 1 September 2026
FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Flat Pattern di SolidWorks?
Flat Pattern adalah bentuk datar (2D) dari komponen sheet metal sebelum ditekuk. File ini digunakan sebagai acuan untuk proses laser cutting, waterjet, atau press brake.
Bagaimana cara export Flat Pattern ke DXF?
Anda dapat mengekspor Flat Pattern melalui Export to DXF/DWG atau File → Save As → DXF. Pastikan Flat-Pattern aktif dan sertakan Bend Lines jika diperlukan.
Apa perbedaan K-Factor, Bend Allowance, dan Bend Deduction?
Ketiganya digunakan untuk menghitung Flat Pattern. K-Factor memakai posisi neutral axis, sedangkan Bend Allowance dan Bend Deduction menggunakan data hasil bending. Pilih metode yang sesuai dengan standar produksi Anda.
Apakah satu Sheet Metal Part bisa memiliki ketebalan yang berbeda?
Tidak. Satu Sheet Metal Part hanya mendukung satu nilai Thickness. Jika membutuhkan ketebalan berbeda, buat sebagai part terpisah lalu gabungkan dalam Assembly.
Bisakah file STEP diubah menjadi Sheet Metal?
Bisa. Gunakan fitur Convert to Sheet Metal atau Insert Bends untuk mengonversi model STEP menjadi Sheet Metal dan menghasilkan Flat Pattern.
Berapa K-Factor yang umum untuk Mild Steel?
Nilai K-Factor untuk mild steel umumnya berada di kisaran 0,33–0,44. Sebagai titik awal, Anda dapat menggunakan 0,38, lalu menyesuaikannya berdasarkan hasil uji produksi.
Berapa Bend Radius minimum untuk plat 1,5 mm?
Untuk mild steel 1,5 mm, Bend Radius minimum umumnya sekitar 1,5 mm. Namun, radius 2–3 mm lebih disarankan untuk mengurangi risiko retak saat proses bending.
Referensi :
SolidWorks Sheet Metal Help 2025 — Dokumentasi resmi Dassault Systèmes
GoEngineer: Sheet Metal Bend Calculations Explained — Penjelasan mendalam K-Factor, BA, BD
Javelin-Tech: Sheet Metal Gauge Tables — Panduan membuat gauge table kustom
SendCutSend: Guide to Sheet Metal Bending in SolidWorks — Workflow dari SolidWorks ke fabrikasi nyata
Solid Solutions: What is a K-Factor? — Penjelasan K-Factor untuk fabrikator
CadShift: How SolidWorks Creates Flat Patterns — Penjelasan teknis di balik flat pattern



